SELAMAT DATANG DI GINDA BUKU

Distributor Buku TK PAUD dan RA | Perjalanan Hidup Owner
Temukan Saya di

First - Munggahan Bareng Pacar



By  Ginda Buku     14.03    Label: 

Setelah sekian lama hidup di Dunia ini, jujur saja saya katakan ini kali pertama Munggahan bersama pacar atau tepatnya sorang wanita dan itu hanya ber2 tidak lebih, karena sebelumnya munggahan pasti akan lebih dari 2 orang minimal 6 orang, begitu biasanya yang saya alami. Sebelumnya tidak ada rencana yang tersusun rapih, hanya saja Monita menginginkan kita ketemu, dan kebetulan sebenar lagi menjelang ramadhan ya saya jadwalkan sekalian kita munggahan. Sebenarnya waktu itu kerjaan saya cukup banyak soalnya ramadhan kali ini bertepatan dengan akhir tahun ajaran dan menjelang ajaran baru, dan ini masa saya sibuk-sibuknya merekaf data penjualan, laporan keuangan, estimasi dan rekap orderan, ya maklum saya masih bekerja seorang diri jadi mulai dari A sampe Z saya kerjakan sendiri, secara logika tampaknya sulit jika harus beres hari sabtu, namun yah namanya juga demi Cinta, terkadang kita memiliki kekuatan lebih seperti Indra ke 6 gituh ( Gubrakkk... ) Hari jumat berakhir dan tibal lah hari sabtu, sesuai yang saya targetkan bahwa Sabtu kita akan Munggahan, ya kita Monita dan Ginda.

Seperti biasa saya berangkat dari rumah janji jam8 nyatanya jam 9 baru berangkat, karena selalu ada saja tamu tak diundang datang ke rumah, ya mungkin karena memang sabtu bukan jawal libur jadi gak salah juga sih toh mereka taunya sabtu hari kerja, orang kita bukan pegawai negeri ko :D . Kurang lebih jam 9 saya berangkat dari Kota Tasimkalaya tercinta menuju Kota Banjar Tersayang mengambil jalur cimaragas, karena diyakini bahwa jalur ini jalur terdekat, tapi saya rasa hampir sama aja ko. Kisaran kurang lebih jam 10 saya sampai dirumah terkasih Monita dan seperti biasa pacarku sudah tampak cantik dengan Celana Jeans Baju Kemeja Merah dan Tudung merahnya.. Cantiknya kekasih ku.. Hingga Rasa Cape Perjalananpun seketika hilang terbawa rasa...

" Sebelum ke rumaha Monita, saya mampir dulu ke rumah Sodara yang kebetulan tetangga monita, sekalian mengabari bahwa saya main di Monita 

Kita tidak diam terlalu lama, setelah beberapa lama kita pamit berangkat untuk main, tepatnya munggahan, oh iya kita dibekali obrasan sekalian ke kota soalnya, dan kitapun berangkat mampir ke tempat obrasan terlebih dulu dan meninggalkannya disana, setelah itu kita cari tempat yang baik untuk makan, Oh bukan sebelumnya kita cari warnet dulu soalnya Monita ingin tau akun Facebookku ya seperti biasa anak remaja yang menjadikan Facebook sebagai tolak ukur kesetiaan, tepatnya ingin mengetahui PM yang dicurigai suka chat dengan wanita lain. yeahh.. akhirnya kita Cari warnet dan astagfirloh.. ternyata di Banjar cari warnet susahnya kebina-bina kita puter-puter didaerah kota gak nemu ada warnet sudah tutup bin bangkrut terus kita puter-puter sampai nemu warnet di jalan raya yang mau kepangandaran tepatnya warnet game online, koneksi yang baik dan kita hanya bertujuan untuk membuka Facebook aduh... tapi gak apalah biar Kekasihku gak penasaran lagi dengan apa yang terjadi di PM Facebookku dan sayapun login dan mempersilahkan monita untuk melihat-lihat apa yang terjadi, dan setelah itu kami kembali mengambil obrasan baju dan ternyata sudah selesai, kitapun lanjut mencari tempat makan.

Menu kesukaa ku Ikan bakar

Setelah muter-muter ria akhirnya kita putuskan untuk makan di RM. Grand Fish. Rumah makan yang menyediakan menu utama Ikan dengan berbagai olahan baik goreng, atau bakar, Tematnya cukup baik, hanya saja penyajiannya tergolong lama, tapi ada bagusnya juga sih jadi kita bisa ngobrol-ngobrol dulu, malah kita selfie bersamaan dengan berbagai pose, tapi ya emang pada dasarnya saya kurang bisa juga berpose depan kamera, sangat jarang juga berfoto ria aduh.. tapi gak apa lah demi menyenangkan kekasih tercinta it's ok... Asik berfoto ria Makananpun datang, dan kita mulai menempati tempat masing-masing aduh.. haha...  Sayapun mulai ambil piring dan ternyata Monita mengambil piring saya, udah biar ibun aja yang ambilin ayah mah diem aja, aduh.... dalam hati " Monita emang paling bisa nyenengin hatiku " Rasanya ingin setiap hari disiapin dan diambilin makanan sama dia, Setelah selesai kitamun makan bersama, Dan pacarku 2X nambah lho... pada dasarnya emang gak masalah, namun kebanyakan biasanya Cewe suka Ja'im kalo soal makan tapi ya itulah pacarku tidak ada yang ditutup-tutupi semuanya natural apa adanya, dan itu yang membuatku sangat merasa beruntung punya dia. Selayaknya orang yang memadu kasih saling nyuapin tidak terlewatkan dan ya, saya cukup menikmati Munggahan kali ini, semoga tahun depan masih diberi umur dan utamanya masih bersama Monita. Karena untuk kali ini saya benar-benar menyukai gadis dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Love u sayang....

Kami memiliki panggilan sayang yang cukup alay, Saya bilang Ibun ke Monita, dan Monita bilang Ayah ke saya, dan terkadang kita suka panggil Migin untuk saya dan Mimon untuk Monita

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan memang seperti ini, jika bareng monita waktu rasanya berjalan begitu cepat, Jam menunjukan hampir pukul 4sore, akhirnya kita pulang. Diperjalanan pulang kali ini gantian Monita yang bawa motor dan saya yang dibonceng, karena ya cukup lemes juga dari tasik dan keliling-keliling Kota Banjar, hinga kita berhenti untuk membeli Sop Buah, Dan disini saya merasakan sakit hati yang cukup membuatku enek, Emang hal sepele sih tapi entahlah.. Berawal dari Moita yang memakai Helm INK warna orange nya, entah kenapa terfikir olehku ini anak ko kayanya gak mau banget melepasin helmnya, dan sayapun mengingat sejak pertamah jalan dengannya hingga sekarang, mulai dari di warnet, dia membawa helmnya kedalam, padahal saya bilang yang aman helm disini, iya aman, tapi dia membawanya ke dalam, pada saat ini saya belum curiga oke lah.. kemudian di Grand Fish, saya menyimpan helm dan berkata aman kan, aman. Namun dia masih membawanya kedalam, seolah-olah dibawa makan bersama, bahkan sekarang posisi beli sop buah yang jelas-jelas dipinggir jalan yang mana motor sama helm terlihat jelas oleh mata kepala, ini anak masih memakainya udah kaya gak mau lepas banget, dan terlintaslah emh... pasti pemberian dari pacarnya, dan sepontan sayapun menanyakan.

" Ko helm nya gak dilepas?, gak ah.. tanggung. Itu Helm pemberian yah? Bukan.. Ah.. masa ? namun selanjutnya dia bilang Iya, pemberian dari pacar dulu, JLEBB... Pantesan.. 

Jujur pada saat itu Ilfill banget, Bagaimana gak ilfil saya yakin semua cowo atau cewe jika ngalamin hal ini pasti ilfill, seakan-akan kita jalan ber3 aku, kamu dan dia yang kamu sayang. Udah lah... disini saya kehilangan rasa, dan diam berbicara seperlunya jika ditanya saja, Kitapun kembali jalan, Ketika perjalanan pulang saya ingat bahwa mamanya monita pernah bilang suka Sate jadi kita cari dulu sate sapi, kata monita ada dijalan yang mau kerumah dan sayapun mengiyakannya namun ternyata tukang sate tidak ada, alhasil singkat cerita kita kembali ke Kota, dan alhamdulilah ada, kitapun duduk sambil nunggu sate dibakar, Disini monita membujuku agar tidak BT dan menjelaskan bahwa dia tidak ada rasa apa-apa lagi pada mantannya, Kenapa helm masih disimpan dan digunakan karena emang suka perlu dan pas mau dikembaliin ke mantannya, mantannyapun tidak mau menerimanya karena telah memberikannya pada monita, dan Monita menambahkan bahwa semua pemberian pacarnya yang dulu seperti boneka dan lain sebagainyamah sudah dia buang. Saya hanya mengiahkannya, dan mencoba menenangkannya dengan bilang " iya udah gak apa-apa sudah ", kalo harus jujur memang tidak bisa semudah itu menenangkan hati ini, namun pada akhirnya alhamdulilah saya bisa mengontrolnya, dan kembali relax seperti biasa,

" Bukan karena alasan yang dipaparkan oleh Pacarku, karena sebaik apapun perkataanya saya tidak bisa memastikan isi hatinya, Namun yang saya hargai karena Kejujurannya mengatakan kebenaran bahwa itu helm memang dari kekasihnya dulu 

Saya salah satu orang yang akan senang dan berbesar hati menerima apapun selama yang dikatakan adalah kejujuran sepahit apapun itu, dan sebaliknya sangat sulit memaafkan jika itu kebohongan, karena hanya orang bodoh yang bisa bahagia dengan kebohongan kasarnya dibodohi. Dan selelah sate beres kitapun lanjut pulang kerumah, dan monita tampak masih belum tenang, namun biarlah sayapun tidak terlalu menghiraukannya karena mau dikata apa lagian saya sudah bisa menerimanya ko, dan sesekali saya mengajaknya bicara hingga tibalah dirumah.

Sesampainya dirumah kita duduk diruang tamu dan mengobrol ringan, oh iya sambil makan sop buah  juga yang dibeli tadi. Ketika saya mau pulang Monita selalu menahan agar pulangnya nanti saja, dan apa boleh buat lagian sayapun senang jika lama bersamanya, kitapun membuat suasana senyaman mungkin sampai waktu pulang tiba dan teng.. jam menunjukan pukul 5sore, dan akhirnya sayapun pamitan untuk kembali pulang ke tasik. 1 Hal yang saya tidak pernah lakukan kemonita ketika pulang dan datang, yaitu Salaman atau berjabat tangan, Bukan apa-apa hanya saja saya tidak mau terlihat formal didepan keluarganya, tapi kedepan pasti saya akan menjabat tangannya.



13 Juni 2015 Munggahan pertama bersama kekasih. 
Meski tergores oleh masa lalu namun setidaknya lebih baik pahit sekarang daripada nanti

~ Migin Just For You Mimon :* ~



Post by. Ginda Ersigit

Tentang Ginda Buku

Pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan hobi bersepedah, yang telah memulai usaha dibidang perbukuan PAUD sejak 2012. Terimakasih atas kunjungannya, salam Sehat, Cerdas, Ceria.

2 komentar:


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Translate

Note

Terimakasih atas minat dan kepercayaan anda kepada kami. Untuk setiap teransaksi akan kami proses secepat mungkin, dan apabila terjadi keterlambatan mohon memaklumi karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana yang terkadang mengalami kendala.