SELAMAT DATANG DI GINDA BUKU

Distributor Buku TK PAUD dan RA | Perjalanan Hidup Owner
Temukan Saya di

Goes Cikaret Tembus Urug Rest Area



By  Ginda Buku     23.17    Label: 

~ Goes Cikaret Tembus Urug Rest Area ~


Foto Dulu di Sungai Sa'at, Kalo Musim Hujan Sepeda Musti di Gendong Nih biar bisa Nyebrang


Ginda Ersigit ,- Kembali saya postingkan perjalanan Goes yang selalu menjadi moment terbaik saya, namun mungkin akan membosankan bagi sobat pembaca. Kali ini saya mengambil rute Cikaret - Urug tepatnya Rest Area, hitungannya dari rumah ke bukit cikaret saja udah lumayan lho, namun rute kali ini bersamah sobat BKR akan tembuskan ke Urug Rest Area. Pagi hari sabtu sebenarnya saya tidak punya jadwal untuk goes, tapi kang Ucup coment di FB yang intinya ngajak goes, ya kebetulan saya juga paling seneng kalo yang namanya goes saya jawab OK deh padahal saya harus ngirim majalah, tapi ga apalah bisa si kondisikan. Dan Kang ucup menghubungi jam 10 : 30 kumpul di BKR dan saya nawar gimana kalo jam 11 : 00 saja dan ok.

Jalan Sebelum Turunan penuh Adrenaline


Waktu menunjukan pukul 09 : 00 saya kemudian bergegas mandi, berpakaian dan menyiapkan majalan kiriman untuk ke daerah ciamis, sekitar pukul 10 : 20 saya berangkat ke ciamis dan langsung mengantar majalah ke sekolah, sebenarnya masih ada 1 sekolah lagi yang harus di kirim tapi melihat waktu sudah menunjukan pukul 11 : 00 wah kayanya ini ga bakal cukup waktunya dan selang beberapa menit kang ucup sms "Gimana Jadi ?" saya bilang Siap.. dan sayapun bergegas pulang sampai tasik tepatnya dadaha waktu menunjukan pukul 11 : 30 dan meski siang namun saya teringat bahwa saya belum punya celana cross dan sayapun mampir dulu ke distro Jeresy Balap yang ada di dadaha dan belanja celana kemudian langsung ke rumah, langsung ganti baju, konfigurasi race dan caw ke BKR dan dalam hati mungkin teman-teman di BKR dah pada kesel nih, dan kitapun ketemu di jalan pas depan RM BKR. Aduh untung ga ketinggalan, dan saya tanya goes kali ini  rute nya keman, dan kang ucup bilang ke Cikaret tembus keun ka Urug, oh gitu yah.. wah tau gitu saya tunggu di PDK saja ha.ah.ha.. ok kitapun kembali ke arah rumah, karena menuju cikaret itu jalannya melewati daerah saya.


Cuaca Prestasi Mengawali Perjalanan


Setelah Keluar Cikaret Belok Kanan, Masuk jalan desa belok kiri Masuk nih Jalan Kebun Jati


Bagaimana apabila sobat disuruh pergi ke pasar, atau ke warung lah.. pada pukul 12 : 00 pas matahari bersinar begitu teriknya di atas kepala tanpa ada awan yang menghalangi, apakah sobat mau ?, dapat saya pastikan tentu mayoritas TIdak. Namun berbeda dengan kami, di jam ini kita baru memulai perjalanan dan well sungguh gerah dan panas. Namun semangat tak pernah pudar meski langkahku kadang gemetar, ku tetap seita.... (Lagu Ebit kali kwkwkw...) asli kita menelusuri jalan raya pas dzuhur dan tiba di perbukitan cikaret itu sekitar pukul 13 : 00 dan saya bisa simpulkan panas siang ini bener-bener di atas normal, mengapa ? karena biasanya meski siang hari kaya gini jika kita di hutan bertanah merah jarang sekali yang namanya gerah dan panas dari bawah terasa namun ini beuh... bener-bener gerah dan hawa panas dari bawah/tanah pun terasa, padahal disini cukup banyak pohon lho... tapi kita berfikir positif saja bahwa ini adalah cuaca tidak yang lainnya. :D


Jalur Terbaik Cikaret


Ini Turunan Akhir yang penuh dengan Adrenalin, dan berakhir di jalan setapak


Setelah beberapa lama kita memasuki jalur cikaret, saya ketemu dengan tanjakan lobang yang cukup naik, disebut tanjakan lobang karena tanjakan ini terdapat lobang tanah akibat dilewati motor cross ya jadinya seperti suangai kecil yang membentang dari atas kebawah, dan disini kita posisinya menanjak, dari 4 orang hanya 1 yang full di goes yaitu kang ucup selebihnya di dorong saja, ya tentunya termasuk saya :D . Terus berlanjut hingga tibalah di turunan terbaik Cikaret, ya turunan cukup panjang berkelok dan nutug pula hinga finish turunan di persawahan, dan disini saya punya kenang-kenangan, goes ke 2 bareng Bleuseux saya pernah jatuh terseluncur di turunan ini, namun alhamdulilah kali ini saya finish dengan muluss... :D.

Tanjakan Masuk Perhutani


Beres turunan ini kita akan dihadapkan pada tanjakan yang lumayan lah.. nah beres tanjakan ini nih, ada si Abah yang jual Kelapa Muda. Moment ini yang paling di tunggu-tunggu dalam kondisi cape + berkeringat disuguhkan air kelapa muda yang baru, karena Abah yang jual jarang menyetok Kelapa mudanya lama-lama jadi rasanyapun beda dengan kelapa muda yang dikota yang telah terdiam berhari-hari sehingga airnya jadi hambar. Nah kalo di Abah ini Airnya itu manis bagaikan susu saja, ini asli lho pokonya mantap deh. Oh ya malahan saya habis 2 hulu yang satu diminum di TKP yang satu lagi buat bekal di botol air minum. Disini kita beristirahat cukup lama kita berbincang-bincang dengan si Abahnya dan menanyakan pula jalan menuju urug ke sebelah mana dan Abah penjual kelapa muda pun memberikan pengarahan dan kita mengingatnya. Ok beberapa menit kemudian kita lanjut.

Rehat di Tengah Hutan

Kitapun mengambil jalan lurus... tadinya saya sempat menyarankan arah ke kanan, namun ternyata salah dan kitapun lurus terus hingga akhirnya tibah di ujung bukit cikaret dan kita kembali masuk jalan aspal desa dan mengambil arah kanan kemudian lurus beberapa meter dan belok kiri kembali masuk perbukitan, namun disini jalannya lebih bagus dan tampak pohon-pohon jati yang berjajar rapih. Seperti biasa disini kita nemuin tanjakan dan turunan, namun ada satu turunan yang begitu berkesan bagi saya, karena turunan ini tajam berkelok dan memiliki dinding yang ada melandai jadi seakan-akan berm saja.. so ketika belok saya ambil jalan ke diding jalannya dan wusss..... mantap... ha.a. ngalenyap kalo kata sunda mah hingga rem pun tak terkontrol dah akhirnya masuk kebun yang ada disana ha.a.aha....


Sempat Kehilangan Arah



Beres turunan jalan yang menantang adrenalin itu kita sempat kebingungan cari jalan, soalnya jalan jadi mengecil alias setapak dan kita bingung ke arah kanan atau kiri ?. Tenyata ada seorang bapak-bapak yang sedang ngarit rumput, dan saya pun menanyakan jalan, beliau bilang ke arah kiri lurus aja terus, ok kitapun menurutinya terus menggoes. Setelah beberapa lama kita nemu orang lagi dan tanya lagi dan beliau bilang lurus, ok kita goes lurus lagi dan buset cuaca asli ini bener-bener cuaca prestasi panasnya terik banget mana disini haya kebut singkong dan umbi-umbian jadinya tidak ada pohon peneduh hingga disebuah tanjakan yang cukup tinggi kita istirahat berteduh di semak-semak rumput karena saking panasnya dan ga ada pohon, sambil duduk kita saling bertanya apakah bener ini jalan nya kesinih ? dan well semuanya RAGU.. karena hanya satu orang diantara kita yang pernah kesini dan itupun dulu. Hadeuh..... tapi bagi saya ga apalah toh niatnya sayamah goes ria :). Setelah beberapa lami kitapun melanjutkan perjalanan tentunya melewati tanjakan ini dong, hingga beberapa meter kemudian saya sempat ragu karena feeling saya ini jalan kayanya akan mutar lagi ke cikaret deh, dan sayapun berhenti karena melihat ada jalan ke arah kanan yang menurun, dan sayapun menanyakan kepada yang lain, jawabnya duka atuh ?? jiah.. ha..a.. ok lah kita kesini saja. Kitapun ambil kanan dan setelah jalan terlihat sebuah motor beat dan tentu ada orang disini, kemudian saya cari orangnya dan ada di bawah, sayapun berteriak menanyakan jalan ke arah urug dan jawabannya fantastis KITA SALAH JALUR dan harus kembali ke pudunan yang kata saya menguji adrenalin itu. Hadohh..... well tidak masalah kitapun come back agin dan dijalan kita ketemu sama orang yang mengasih arah kesini dan jawabannya keukeuh harus lurus, ke arah yang tadi dan kitapun bingung. Namun setelah dijelaskan kita mau ke res area bapak ini mengiakannya kita harus pulang lagi..beuh.... ok kita lanjut. Dan ternyata bapak yang mengambil rumput masih ada, dan kita kembali tanya namun kita tanyanya ke arah Rest Area dan bapak ini bilang oh kalo ke rest area ya kesana menunjuk ke jalan awal, aduh pak katanya ke situ, ya kan tadi nanyanya ke urug, oke lah jadi kesana ya pak, iah di depan nanti ada belokan jalan kecil ke kiri, eh ke kanan (sedangkan tangannya tangan kiri) kiri kali pak itu mah, oh ia kiri (hadoh dasar orang tua) ya pokonya nantijuga ada jalan lah.. ga bakal salah karena itu jalan OBRUT (offroad maksudnya) saya pun sedikit ketawa. Dan kitapun lanjut jalan, dan kitapun menemukan jalan ke kiri itu dan wes cukup seru juga ini jalan, turun berkelok-kelok dan dummmm.... masuk ke jalan setapak tebing yang cukup curam sedangkan jalan hanya secukp ban motor hadoh.... dug-dugan juga, namun alhamdulilah terlewati juga.. dan kita kembali masuk ke kebun dengan jalan menurun dan saya sempat berhenti dan kembali bertanya apa bener ke sini ?, dan teman dari belakang yang dulu pernah kesini meng ia kannya karena dia ingat jalur kecil setapak di tebing itu, dan sayapun lanjut menuruni jalan hingga akhirnya ketemu deh sungain kecilnya.


Masuk Wilayah Perutani Rest Area

Alhamdulilah Sampai Juga di Rest Area - URUG


Setelah sampai sungai ini kitapun rehat sejenak ya foto-foto lah dan kencing dulu juga, dan ternyat sungai ini pembatas antara wilayah perhutani dan pegunungan milik warga kayanya sih kwkwwk..... disini ternyata ada warga yang sedang menebang bambu dengan istri dan anaknya. Dan seperti biasa kitapun kembali menanyakan jalan dan beliau bilang ya terus aja ambil arah kanan jangan kiri, soalnya kalo ke kiri mutarnya nanti kejauhan ke kanan aja, sok terus aja enak ko jalannya, wah enak-enak nanti salah lagi wkwkwk.... tapi ternyata engga dan emang trek nya enak karena banyak pepohonan jadi udaranya sedikit adem daripada yang tadi. Kitapun mengikuti perkataan bapak yang tadi mengasih tahu arah dan terus jalan ke arah kanan. dan saking patuhnya kita sempat kembali kebawah karena setiap ada jalan 2 arah kita ambil kanan dan secara logika ya emang pasti muter, padahal sudah jelas jalannya ke kanan turun ke kiri nanjak dan kita ini di bukit mau melintasi bukit ini, ya harusnya ke arah yang naik lah, ya karena itu tadi kita patuh banget akhirnya kembali ke bawah, hadoh.... kocak abis... wes kita kembali goes menanjak ke atas. Dan seterusnya dengan melewati bukit dan masuk ke jalur offroad hingga sampai di sebuah desa dan kita kembali menanyakan jalan pada seorang nenek-nenek dan nenek, dan seorang bapak-bapak, itu bilang sekitar 1 jam lagi sampai ke rest area. Wadoh.... ternyata masih jauh, tadinya kita ga akan lanjut jalan offroad ini tapi ambil jalan aspal desa aja ke langar biar cepet, namun karena nawaetu kita ke rest area akhirnya setelah berfikir kembali kita ambil jalan offroad lagi aja dan eh tidak sia-sia ternyata jalurnya sli adem.. dan bagus sobat, dan kembali kita dapat turunan yang memukau wuuuu..... dan setelah itu beberapa menit kita sampai deh di rest area... alhamdulilah, kita sepat ketawa karena kata nenek-nenek tadi perjalanannya sekitar 1 jam, hadoh dasar nenek kali yah + jalan kaki kayannya jadi perlu 1 jam ha... ha.a..

Makan Di Urug Resto

Setelah kita sampai di rest area tentu seperti biasanya kita foto-foto, namun tidak terlalu lama karena kita sudah pada laper, dan disini warungnya pada tutup ya terpaksa kita harus goes lagi cari warung makan. Dan kali ini kita goes ke jalur Jalan raya urug, dan setelah beberapa meter terdapat sebuah resto dan kita makan disini, eh ternyata banyak crosser juga yang pada makan. Ya ga apalah kita tunggu saja, karena ini bukan warung makan siap saji jadi kita musti tunggu masak dulu. Kita tunggu sambil ngomongin maslah walikota, partai, presiden hinga B.J Habibie ha.a. dan akhirnya makananpun datang dan kita makan.

Ok makanan dah habis kita santai sejenak, dan saya dapat telepon dari klien obat dan beliau pesan 1 botol, tanpa terasa selama perbincangan yang laen usah pada siap-siap pulang, dan sayapun kelur dan kembali memakai sepatu, telepon sudah beres. Makan beres kitapun kembali pulang. Dan saya tiba di rumah hampir Magrib.

Tentang Ginda Buku

Pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan hobi bersepedah, yang telah memulai usaha dibidang perbukuan PAUD sejak 2012. Terimakasih atas kunjungannya, salam Sehat, Cerdas, Ceria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Translate

Note

Terimakasih atas minat dan kepercayaan anda kepada kami. Untuk setiap teransaksi akan kami proses secepat mungkin, dan apabila terjadi keterlambatan mohon memaklumi karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana yang terkadang mengalami kendala.