SELAMAT DATANG DI GINDA BUKU

Distributor Buku TK PAUD dan RA | Perjalanan Hidup Owner
Temukan Saya di

Goes Taman Sari Bareng BEULEUSEUX



By  Ginda Buku     21.31    Label: 

~ Goes Taman Sari Bareng BEULEUSEUX ~


Saya dan BeuleuseuX



Ini Cerita Pertamakalinya saya bergabung club yang pas dengan pribadi saya, No Jaim, Kocak, dan Kompak dan saya temukan di Club ini "BeuleuseuX" namanya. Berawal dari  minat saya yang ingin merasakan bersepeda dengan banyak orang akhirnya saya mencari beberapa komunitas di kota tercinta Tasikmalaya, hingga saya menemukan sebuah foto sahabat yang terpajang di facebook bareng Clubnya dan saya tanyakan apa dan bagaimana Club tersebut hingga sahabat saya sedikit menceritakannya dan nama Club ini adalah BeuleuseuX. Untuk bergabung dengan club ini sahabat saya mengajak untuk kumpul di Car Free Day hari minggu, dan sayapun mengiakannya.


Minggu Pertama, Pertama Gabung


Pagi sekitar jam 06 : 00 saya bangun kemudian langsung mempersiapkan keperluan buat goes hari ini, ya seperti mengelap sepedah mengisi air minum, dan sarapan pagi. SMS dari teman sayapun masuk "Jadi Gin Goes Bareng ?" dan saya jawab Ya 10 menit saya sampai. Dan sayapun bergegas dan segera menggoes My Thrill putih menuju Car Free Day. Saya sampai pukul 06 : 30 dan ternyata sahabat saya ini belum ada, ya sambil menunggu saya berkeliling sekitar Car Free Day, dan setelah berkeliling beberapa kali sayapun memutuskan untuk duduk menunggu saya di depan pos polisi. Dan sahabat saya kembali SMS sudah sampai mana ? dan saya jawab saya nunggu di depan pos polisi, dan sahabat balas ok tunggu di sana nanti saya kesana, saya balas Siap. Dan sekitar 15 menit kemudian akhirnya sahabat sayapun nongol juga, kemudian langsung saya hampiri dan kita gabung ke kumpulan Club Beuleuseux ini.

Sawahpun Kita Lalui


Ya seperti orang biasanya pertama kali gabung saya canggung dan sedikit malu-malu disini kita sedikit ngobrol-ngobrol dengan yang lain dan yang lain pung pada berbincang-bincang dengan orang-orang dekatnya, setelah beberapa lama kemudian salah seorang dari mereka mengajak untuk berangkat "Ayo ah dah siang nih" dan kitapun berfoto bersama terlebih dahulu, ternyata ada seksi dokumentasinya. haha.. Dan kitapun langsung beriap untuk jalan, dan ruteu kali ini adalah ke Tamansari tepatnya daerah cikaret.

Tempat istirahat Di tengah Kebun Kayu dan Semak


Ga Ada Golok Pangkal Pohonpun Jadi
Ga ada golok buat membagi dua kelapa muda akhirnya kita hantamkan saya
pada tugu kayu bekas pohon yang di tebang


Kita Goes jalur HZ, belok Ke dadaha, Kemudian Ke Unsil, Gobaras, Makam Bong, Pagaden, Suka Sari dan Tiba ke Perbukitan tanah merah dan saya kurang tahu ini daerah apa, yang pasti disini track nya mulai seru dan pas buat Sepeda Gunung saya, disini kita menikmati jalan yang ada. Keliling-keliling di sekitaran bukit-bukit yang ada, dan jalannyapun cukup mantap buat adventure. Kita sempat berhenti di sebuah persimpangan jalan, dan ternyata ada kake yang jual kelapa muda, wah di tengah bukit semak kaya gini ada yang jual kelapa mudah yah ?, oh.. berarti ini memang sudah jalur rutin kayanya, ya kitapun istirahat sambil meminum segarnya kelapa muda murni dan manis karena baru diambil dari pohonnya, malahan ada yang original baru nurunin waktu itu. Setelah ini kita lanjut berkelilng bukit hingga setelah beberapa lama berkeliling akhirnya kita sampai di tujuan yaitu Cikaret. Dan ternyata finish di sebuah warung. Disinipun saya lihat banyak Club-club sepedah lainnya yang telah lebih dulu singgah dan berdatangan. Dalam hati saya bilang oh ternyata ini cikaret teh, kirain gunung terpencil hah.a.hah..... Oh ya disini kita di teraktir makan liwet soalnya ada salah satu anggota yang ulang tahun katanya. Dan ya alhamdulilah habis cape ada liwet. Mantap. :)


Shalat Di Tajug Kecil


Foto Dimana Kita Sempat Bingung Cari Arah Jalan


Meski kita bersepeda dengan keadaan cape lemas dan kotor dan lainnya, namun ternyata bukan berarti untuk meninggalkan kewajiban seorang manusia untuk beribadah kepada tuhannya yaitu Shalat, dan anggota lain ternyata didalam tasnya berisi perkakas seperti sarung dan peci, ha..ha.. mantap deh.. Beberapa meter dari warung terdapat sebuah tajug kecil atau istilahnya mushala yang terawat dan biasanya kalo rute ke cikaret BeuleuseuX pasti shalat dzuhur disini. Dan sayapun shalat tentunya masa ia tidak, malulah he... he... oh ya ternyata bendahara sudah nyiapin jeresy buat saya dan saya uangin sebagian dan bayar kas Club juga. Baru juga masuk dah punya jeresy keberuntungan juga nih. Dan setelah kita smua beres shalat akhirnya kita pulang.

Sebelum pulang kita berkumpul untuk memastikan anggota dalam keadaan utuh tanpa tertinggal apapun itu namanya, kemudian menentukan rute jalan pulang, karena kita akan kembali memasuki jalur bukit dan ternyata trek pulang pun tidak kalah bagusnya dengan turunan yang cukup curam dan berliku tentu dengan tanah merahnya membuat sensasi bersepeda lebih berasa. setelah melewati bukit dan beberapa komplek rumah akhirnya kita tiba kembali di jalan raya gobras, dan disini tentu rumah saya tidak terlalu jauh. Kita pulang lewat jalan gobras, belok ke sindanggalih, kemudian perum batara indah, nah disini saya pamin karen rumah saya tinggal lurus ke perum PDK sedangkan yang lain masih harus belok ke gunung roay, dadaha dan seterusnya. Oke akhirnya saya kembali sampai dirumah. Alhamdulilah... setelah dirumah saya cuci my thrill putih dengan bersih hingga kinclong kembali.

Tentang Ginda Buku

Pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan hobi bersepedah, yang telah memulai usaha dibidang perbukuan PAUD sejak 2012. Terimakasih atas kunjungannya, salam Sehat, Cerdas, Ceria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Translate

Note

Terimakasih atas minat dan kepercayaan anda kepada kami. Untuk setiap teransaksi akan kami proses secepat mungkin, dan apabila terjadi keterlambatan mohon memaklumi karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana yang terkadang mengalami kendala.