SELAMAT DATANG DI GINDA BUKU

Distributor Buku TK PAUD dan RA | Perjalanan Hidup Owner
Temukan Saya di

Goes Galunggung With My Thrill



By  Ginda Buku     22.54    Label: 

~ Goes Galunggung With My Thrill ~




Galunggung ,- Merupakan sebuah gunung yang terkemuka baik di zaman dulu maupun sekarang. Mungkin dizaman dahulukala gungung ini selalu dijadikan tempan mistis yang kuat dan tempat menaikan ilmu, dan para Raja-raja tanah jawa pun selalu ada kaitannya dengan gunung yang satu ini. Namun disini saya tidak akank membahas itu, melainkan perjalanan goes solo saya bareng my bike Thrill Putih.

Bermula dari bingungnya minggu pagi mau goes kemana, ya karena posisinya saya belum kenal sobat goes yang lain, maklum lah barupunya he.. he.. . Dan terlintas dalam ingatan dulu saya pernah goes bareng teman komplek ke galunggung pake BMX, karena dulu lagi musimnya BMX yah anak SMP namanya juga belum suka sepeda MTB. Dan akhirnya saya putuskan untuk Goes Ke Galunggung.


Awal Perjalanan Mengitari Irigasi


Jalur Irigasi Cikunten


Pada dasarnya saya itu paling tidak suka bersepedah ke jalur jalan raya yang mulus dan hotmix, karena pikiran hemat saya sangat membosankan dan belum lagi banyaknya kendaraan berlalu lalang yang sarat akan polusi kenalpot, ya intinya ga ada seninya lah. Maka dari itu saya putuskan untuk mengambil jalur mengitari irigasi, Tepatnya irigasi cikunten, karena jalurnya yang masih tanah dan berumput cocok sekali dengan selera saya. Saya mulai jalan sekitar jam 08 : 25 mengambil arah kiri dari gerbang rumah, karena depan rumah saya itu irigasi cikunten he.. he.. . Saya berjalan terus melewati daerah padayungan, sambong, disini posisi irgasinya kan di atas dan dibawah itu ada jalan desa beraspal, nah saya lihat ada rombongan sepedah dibawah, ya rencananya mau ikut gabung tapi ah ga jadi soalnya mereka jalur jalan raya dan akhirnya saya lanjut goes, hingga perbu, setelah di perbu saya ambil arah kanan lurus ke pancasila, hingga bantar, dan ambil kanan terus hingga hampir memasuki kaki gunung.


Gabung Bareng Club di Jalan


Setelah memasuki kaki Gunung kaki mulai terasa pegal nih.. ya jadinya kecepatanpun otomatis berkurang, dan dibelakang ada yang nanya "Sendirian Aja Bang ?" oh ia Bang sahut saya, Mau kegalunggung juga kah ? dan abang yang nanya tadi jawab Ya, Bareng aja atuh... tuh dibelakang juga pada mau kesana. Dan pas saya tengok wadaw... buanyak sekali, dan kita pun goes sambil ngobrol-ngobrol. Dan karena ga mau kalah dengan yang lain akhirnya speed goes pun kembali dipacu untuk menyesuaikan dengan yang lainnya, wah mereka senior kayanya, soalnya ga keliatan cape lah saya dah hah.. heh.. hohh.... :P .


Memasuki Badan Gunung

Istirahat Sejenak Sebelum Menjajal Tanjakan

Tak lama kita sudah melewati JB dan disini pertanda akan memasuki kawasan badan gunung. Ternyata gerombolan sepedah pada istirahat di warung dulu, namun saya tidak, karena saya takut nanti ketinggalan, mening jalan aja karena feeling pasti saya akan kesusul nanti. Dan tibalah tanjakan abadi yang berujung di puncak. Pada awal tanjakan saya menggunakan gigi 6 berlanjut ke 7, 8 hingga mentok di 9 dan buet dah capenya dada berasa terbakar, akhirnya saya beristirahat sebentar untuk menaikan jok, namun ternyata club sepeda yang saya tinggalkan itu belum juga tampak dan saya kembali lanjut goes, ya seperti biasa goes, diem ambil nafas, goes lagi, diem, goes, dan seterusnya hingga sampai di halaman loket. Disini saya belum masuk kawasan wisata karena asli dada ini dah capenya bener-bener dan saya kepinggir cari semak-semak dan tiduran beberapa menit disemak-semak. Eh tak tahunya Abang yang dari Club baru nongol dan beliau langsung ke loket, ya mari silahkan duluan bang. Disini tadinya saya udah nyerah pengen pulang lagi, tapi dalam hati halah.. tanggung mening lanjut ke kawah sajalah... padahal kodisi tubuh dah tepar. Namun saya selalu mengenang masa-masa tes fisik sewaktu di STMN dulu yang capenya bukan main selalu menekan kemampuan semaksimal mungkin bahkan sampai muntah dilapang bila perlu dan didikan Guru Olah Raga saya ini ternyata masih membekas, Kemudian saya lanjut goes, ya beli tiket masuk terlebih dahulu.

Istirahat Di semak sebelum ke loket


Ketika Kesabaran di Uji

Beberapa Meter Tanjakan Ke kawah Pegel Bukan Main
Akhirnya Istirahat berbaring di pohon tubang ini

Bayar tiket terus masuk dan lewat gapura tiket tampaklah tanjakan menukik di depan mata. Tanpa banyak fikir ku kayuh pedal semaksimal mungkin hingga dam.... mentok ga kuat akhirnya berhenti sejenak, tanjakan masih amat panjang, saya kembali mengayuh satu, dua, tiga, paling hingga lima kauhan kembali diam, lanjut, hingga saya rasa saya sudah benar-benar down. Ketika melihat ke samping kiri terdapat sebuah pohon yang tumbang dan saya fikir saya harus beristirahat sejenak disana, dan sayapun belok dan merentangkan badan pada kayu tersebut. Disini saya befikir kemali, lanjut, kembali, lanjut, kembali, lanjut... dengan segala pertimbangan dan resko akhirnya saya putuskan untuk lanjut.. Saya kembali menelusuri tanjakan menuju kawah dengan diselingi istirahat secara intensif. Saya berfikir lucu juga yah Mesin motor saya menggaung di gir 1 begitu kerasnya yang menunjukan betapa beratnya medan. Lah ini saya belagunya mengandalkan lutut untuk menggoes pedal dengan harapan bisa sampai ke atas ha..ha.... aduh minggir lagi aja dulu deh. Beberapa menit saya duduk di pinggir jalan eh ternyata ada Abang Grup menghampiri, namun beliau hanya sendirian, dan saya tanya "yang lainnya dimana bang ?" si abang jawab "Tuh pada di bawah, ga bakal kuat mereka ke kawah mah, orang dah usiaan semua hah.ah..." sambil beristirahat kembali kita sedikit berbincang-bincang, setelah beberapa menit beliau menlanjutkan perjalanannya, namun saya masih diam dulu karena dada ini masih terasa panas, dan setelah aga meningan sayapun kembali melanjutkan perjalanan ya seperti biasa dengan istirahat yang intensif hah.h..a...

Cape Supr Selanjutnya Membuat Saya Kemali Duduk di Pinggir jalan
dan Memarkirkan Sepeda ke semak


Loket Ke 2 Loket Kawah

Istirahat Sekalian Buang Airkecil sebelum Memasuki Loket Kawah


Setelah goes cukup jauh saya kembali melihat loket, aduh dalam hati loket lagi nih. Sayapun ke pinggir untuk istirahat sekalian ingin buang air kecil. Setelah beres saya ngeluarin uang buat bayar. Eh ga taunya kata penjaga "Ga Usah, Sok Masuk Aja", Oh gitu pak, Ok Terimakasih pak. Dan setelah lewat loket saya dihadapkan pada 2 jalan, yang mana ke kanan menuju arah kawah yang ada tower, dan ke kiri ke arah kawah yang ada irigasi pembuangan air kawah. Disini saya sempat berfikir kembali, jika dilihat dari kondisi jalan lebih enak ke arah kawah tower soalnya nanjaknya lebih rendah daripada jalan ke kawah pembuangan air kawah yang tanjakannya mentok gitu. Namun pertimbangannya berhubung ke kawah tower saya sudah pernah, akhirnya saya pilih ke kawah pembuangan yang ada irigasi pembuangan air kawahnya saja. Dan sayapun kembali melanjutkan perjalanan. Disini kembali saya merasa cape yang bukan main karena tanjakan yang begitu curam, belum lagi hari mulai siang yang mana matahari bersinar begitu terang dan panasnya tepat di atas kepala sungguh menuntuk kesabaran yang lebih. Dan kembali saya teringat perkataan Guru Olah Raga sewaktu di STMN dulu ketika kita berolah raga di cuaca seperti ini beliau selalu menyemangati kita dengan berkata ini yang namanya "Cuaca Prestasi". Sedikit demi sedikit saya terus kayuh sepedah hingga di punggung tanjakan saya benar-benar kehabisan tenaga dan gubrag akhirnya saya merentangkan badan dengan tidur di jalan. Setelah beberapa menit kembali saya melanjutkan perjalanan hingga tampaklah sebuah warung pertanda telah tibanya saya di kawah irigasi pembuangan air kawah, Alhamdulilah.... sebelum ke tempat parkiran dan warung saya berhenti sejenak untuk menarik nafan dan kemudian lanjut dan beristirahat di warung tersebut. Disini saya menghabiskan 2 botol pocari dan beberapa gelas air teh plus semangkok rujak pedass... biar badan ini kebari fit. Dan tidak lupa berfoto ria bareng My Thrill putih ku.

Persimpangan Antara Kawah Tower dan Kawah Irigasi
dan saya Ambil ke Kiri Kawah Irigasi


Tampak simpang jalan dibawah dan tanjakan mentok yang cukup menguras tenaga
habis ini masih tanjakan masih panjang plus di bawah teriknya cuaca prestasi


Lelah Bukan Main Membuat Saya Berbaring Di Jalan Dan Memandang Indahnya
Langit Siang yang Biru di Gunung Galunggung

Meski dalam keadaan Lelah Namun Tidak Lupa
Untuk Eksis Befoto :D


Sejenak Menikmati Ciptaan Tuhan

Tampak Lereng Gunung, Dan dibawahnya Tampak Pemungkiman Warga
Dan Jalur Sungai yang eksotis tentunya haya sebagian kecil dari
penciptaan tuhan yang maha kuasa dan luar biasa

Berhubung disini tidak begitu ramai seperti di kawah yang ada tower jadi saya lebih leluasa memperhatikan lembah Gunung Galunggung ini dan subhanallah... intinya saya banyak mengamati hal-hal yang ada disekitar. Dan setelah saya cukup pulih dari rasa cape, sayapun memutuskan untuk kembali pulang. Oh ya sebenarnya ada satu penyesalan disini, yaitu saya tidak sampai ke puncak kawahnya. Soalnya untuk ke puncak kawah harus menaiki anak tangga yang jumlahnya lebih dari 100, ya karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk menaiki tangga dengan menggendong sepeda akhirnya saya putuskan next time saja lah jika ada kesempatan. Dan sayapun pamit ke penjaga warung dan parkiran. Dan down hill dimulai.

Tugu Irigasi



Irigasi / Terowongan pembuangan air kawah dari
Cukup ngeri juga sih..  berrr... 


Air Terjun Buatan, Dan dibawah sebelah kiri Masih Ada Airterjun Buatan lagi


Dengan Kondisi Fisik Lemah Sehabis goes Kemari
Rasanya Ga mungkin Untuk Menaiki anak Tangga ini Sambil
 Menggendong My Thrill Putih.


Down Hill Kawah Galunggung


Lagi Asik Menikmati Tururnan, Saya Mampir Dulu Untu Memotret
My Thrill Putih di Depan Plang Kawasan Wisata GalunggunG


Ok setelah sebelumnya saya harus menguras tenaga untuk menanjaki jalan ke kawah, nah untuk pulang saya tinggal menikmati turunan tajam yang cukup mengusar adrenalin saya ha... ha... ha... disini jantung berdegup bukan karena cape om... tapi takut dicampur seru, sesekali saya rem sepeda karena takut keluar jalur dan ada kendaraan lain di depan namun ketika kosong saya lepaskan rem dan Wussssssss..... meluncur dengan cepatnya... satu persatu tempat yang saya singgahi mulai terlewati. hingga tibalah kembali di JB. dan disini turunan mulai kembali normal.


Parah Pulang kembali Ambil Jalur Irigasi

Seperti yang sebelumnya saya katakan bahwa saya kurang senang dengan jalan raya, meski sudah lemas jalur pulang saya tetap ambil jalur irigasi yang masih berumput dan bertanah. Hingga tibalah kembali di Rumah Tercinta sebelum Asar.

Tentang Ginda Buku

Pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan hobi bersepedah, yang telah memulai usaha dibidang perbukuan PAUD sejak 2012. Terimakasih atas kunjungannya, salam Sehat, Cerdas, Ceria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Translate

Note

Terimakasih atas minat dan kepercayaan anda kepada kami. Untuk setiap teransaksi akan kami proses secepat mungkin, dan apabila terjadi keterlambatan mohon memaklumi karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana yang terkadang mengalami kendala.