SELAMAT DATANG DI GINDA BUKU

Distributor Buku TK PAUD dan RA | Perjalanan Hidup Owner
Temukan Saya di

Warna Berbeda Goes Bareng BEREBET



By  Ginda Buku     23.15    Label: 

Warna Berbeda Goes Bareng BEREBET



Berebet Clothes


Teringat ketika pertamakali bersepeda dengan sepedah baru thrill putihku, sebelum mengayuh hati berkata pagi ini bersepeda ke Rest Area Urug lah... dengan percaya dirinya, namun apa yang terjadi setelah melaju kurang lebi 4 Km tepatnya jalan menanjak di daerah Gunung Gede lutut dan jantung ini terasa bergetar dan nafas tersentak yang mana hasilnya adalah saya tidak kuat lagi untuk mengayuh thrill putihku, ok sejenak berhenti kemudian lanjut hingga sampai di penghujung tanjakan ini saya menghabiskan istirahat hampir 5 kali haduh.. ternyata fisik saya benar-benar jongkok dan saya putuskan tidak jadi ke Rest Area dan memilih mutar balik ke arah sukasari dan kembali pulang, lama tidak bersepeda terakhir kali kelas 3 SMP, dan disinilah saya mulai intensif dalam bersepeda.


Cikaret Secound

Setelah perdana ke Rest Area, Berlanjut ke bersepedah ringan, hingga ke Galunggung dan alhamdulilah sampai. Hingga saya mulai tertarik dengan komunitas, dan memutuskan untuk mencari komunitas sepeda yang kiranya dapat menerima saya. Berawal dari chat via Facebook dengan teman bernama Sandi Nugraha akhirnya saya bergabung bersama komunitas Bleuseux yang biasa kumpul di Car Free Day setiap hari minggu dan melakukan perjalanan sepeda dengan rute sekitaran tasik yaitu trek yang sering dilalui adalah Cikaret, dan terkadang ke daerah gunung sawal dan galunggung, Bleuseux merupakan awal saya bersepeda bareng komunitas. Goes No Loading ini yang melekat pada komunitas Bleuseux. Galunggung, JPN, Cipatujah, Pangandaran, sudah dilalui pulang pergi, namun hanya 6 orang yang bisa melewatinya dan tentu termasuk saya. Bersepeda adventur memang kesenangan yang cukup membuat saya bisa merefresh fikiran dari penatnya srep SEO Google dan Market Majalah yang cukup memusingkan, mungkin karena trek alam dan sarat dengan rintangan yang memberikan kesenangan bagi saya, karena bersepedah jalan raya dengan gunung itu jauh berbeda. Berdasarkan pengalaman pribadi menurut saya bersepeda di jalan raya itu yang penting kita mengayuh dan mengatur nafas saja, tapi di gunung lebih dari pada itu, mulai dari part sepeda yang harus memumpuni, teknik menghadapi trek tanah, pasir, krikil, akar, tanah licin, hingga drop alam yang cukup untuk membuat kita terjatuh, dengan medan seperti ini kita dituntut memiliki keterampilan dalam mengolah kayuhan dan manufer stang serta tinggi jok, jangan salah jok sangat penting ketika kita bermain di gunung, ketika jalan menanjak kita tinggikan jok dan ketika jalan menurun jok kita turunkan sampai habis, hal ini agar tidak menghalangi dan mengurangi resiko terjatuh karena ketika menuruni turunan curam posisi pantat kita harus berada di belakang jok sedang jika jok tinggi itu akan menghalangi dan ke dua berbahaya ketika kita jatuh bisa-bisa alat vital nyangkut kena jok xixixixi... 

Punjak JPN Minajaya



Gn. Sawal



Ini dia KAWA GALUNGGUNG

Pertama bersepeda mengarungi trek (jalur gunung) dengan bleuseux yaitu Cikaret, waw... trek bukit tanah merah ini cukup ngeri juga, dan saya jatuh hampir 3 kali di trek ini, namun seiring jam terbang yang sering menjadikan trek ini kini biasa-biasa saja :), hingga JPN, Golkar dll, sudah saya lewati, disini saya memiliki perasaan jago karena sudah bisa mengimbangi sobat di bleuseux, apalagi ketika even ke pangandaran acara B2W Kota Tasikmalaya 2014 yang mana kita berangkat bareng dengan kondisi yang berbeda, sobat saya menggunakan sepeda jalur dengan ban kecil-kecil serta acara latinan ke banjar segala sebelumnya, sedangkan saya tetep dong pake ban XC bawaan Thrill putih yang besar untuk ukuran jalur, bahkan hampir semua komentar dari sobat Bleuseux menyarankan untuk menggantinya ke ban yang kecil, tapi saya tidak mengindahkannya dengan alasan malas membongkarnya. Padahal sebetulnya saya pailng ga suka liat ban jalur atau yang saya sebut dengan ban cacing, soalnya bikin Sepedah kita ga gagah banget deh.. :P Acarapun berlangsung kita berangkat sabtu dan pulang minggunya dan apa yang terjadi ?, Ketika berangkat saya tiba duluan tepatnya jam 14 : 18 setibanya di Pangandaran peserta yang ada tidak lebih dari 20 orang, dengan kata lain saya bisa mengimbangi para senior dengan sepeda super mereka. Kemudian pulang saya sampai pukul 13 : 52 kembali saya yang pertama kali pulang, padahal jika di fikir saya itu paling ga suka bersepeda di jalur, bahkan untuk acara mingguan jika anak-anak mau ke jalur saya suka tidak ikut tapi lah ko kenapa di even kaya gini mereka bisa tertinggal ??. Dan setelah lama saya fikirkan alasannya karena jam terbang saya yang biasa ke Gunung, sehingga ketika goes ke jalur tampak tidak adanya hambatan bahkan rasa boring dijalan yang ada karena kondisi jalan yang datar-datar aja, paling ada lubang itu juga ga lebih dari 15cm dalam nya :P Alhasil saya sudah merasa puas dengan pencapaian ini dan kidi PD dalam bersepeda.


Pangandaran Beach


Cerita Berbeda Ketika Bersepeda Bareng BEREBET



Berebet di Even TALIBUG

Ok sebelumnya ketika berepeda bareng Bleuseux saya memiliki pemikiran bahwa Goeser yang di Loading (diangkut mobil) itu mereka-mereka yang Fisiknya Standar bahkan Low...  hingga suatu hari tepatnya Tgl. 25 Jan 2014 pertama kali ikut Even Adventure di Luarkota yaitu Garut, saya kali ini berangkat bareng komunitas BEREBET, sebelumnya saya cukup percaya diri dengan pengalaman Gunung jarak dekat dan Jauh anti loading, hingga kami tiba di kawasan even tepatnya Hutan pinus yang berada di Gunung dan finish di alun-alun kota. Setibanya ditempat parkir kami langsung menurunkan tunggangan masing-masing, oh ya sobat Berebet itu 98% menggunakan speda Thrill juga cuman type 4X nya dengan kisaran harga 9jt sedangkan saya pake XC yang 4,5jt only. tapi dalam hati seperti biasanya paling sepeda bagus mainnya biasa-biasa saja (karena kabarnya Berebet setiap main pasi di loading) mana umurnya diatas saya semua :D. Setelah beres menurunkan sepeda dari mobil dan mempersiapkan segalanya kita langsung lajut ke tempat start yang mana tempat start berada di atas dengan kata lain masih harus di goes menanjak, dan ya seperti dugaan kita di dorong hingga di tempat start. Setibanya di start jalan lurus dan kemudian menurun, selama jalan datar biasa-biasa saja, namun 

DAMMM... ketika memasuki jalan menurun BUSET dahh.. dalam kondisi trek menurun dan berkelok mereka mengayuh pedalnya dengan kencang disini saya sempat terpana dibuatnya.. karena posisi saya di tengah ya mau tidak mau harus menyesuaikan irama hinga ban belakang saya terus ditubruk-tuburk oleh sobat berebet dari belakang dan makin parno saja hingga akhirnya memutuskan berhenti dan mempersilahkan yang dibelakang duluan, Well Berebet melesat dengan cepatnya padahal seperti yang saya katakan posisi jalan ini menurun cukup curam mana trek berpasir dan dan berkelok-kelok ada lubang dalem juga tapi mereka melesat dengan bebasnya bagai gerombolan ikan dilaut, saya mengatakan hal ini karena saya yang dibelakang mereka sehingga posisi masih di atas sedang mereka sudah menurun hingga akhirnya tidak kelihatan yang dengan kata lain saya keteteran. Saya bisa kembali gabung setelah habis trek tanah, dan mulai masuk ke trek jalan aspal, ternyata sobat Berebet juga tampaknya tidak suka dengan trek aspal, kalo kata suda mah mereka tampak RUNGSING.

Even Garut merupakan pertama kalinya goes bareng Berebet, setelah pulang saya masih kefikiran ko bisa-bisanya sepedah non Suspensi atau hardail dipacu sekencangnya ditrek semi Downhill kaya gitu, akhirnya saya mencari-cari infomasi dan ternyata Disitulah letak Adrenaline dan Tantangan didapatkan, dan sayapun mencari infomasi mengenai sepeda 4X yang ternyata memiliki arti Four Cross merupakan sepeda untuk balapan dengan trek yang cukup mengerikan, lengkapnya sobat bisa Lihat Disini. Malah sebagian bikers mengatakan 4X itu lebih sulit daripada DH.

 Dari sana intinya saya NENGGAR CADAS, yang dikira lemah ternyata Nyalinya lebih mantap. Dan dari sinilah saya mulai mengintensifkan latihan ke Puncak JPN dan menuruni dengan speed sekencang-kencangnya semampu kita, dengan harapan bisa mengimbangi Berebet yang intinya agar saya tidak malu-maluin berebet ketika di Even, karena jujur Saya mulai tertarik dengan Komunitas Berebet ini, karena bisa memberikan sensasi berbeda dalam bersepeda. Hingga acara Even Rancah, Gobar, dan Singaparna saya masih belum bisa mengimbangi master Berebet. Namun saya yakin kedepan pasti bisa. Yang pasti harus mempersiapkan nyali banyak-banyak hah.ah.a...

Setelah bersepedah Berebet sekarang saya selau berkata JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN GOESER LOADING, Karena Saya yakin Nyali Mereka Lebih Besar daripada yang digoes, kenapa karena mereka yang diloading adalah mereka yang pencari adrenalin dalam aritan tenaga disiapkan hanya untuk bisa melesan diturunan, sedang bagi yang digoes tentu tidak demikian. Ya meskit tidak semuanya juga sih, tapi rata-rata demikian.

Oke sobat ini hanya pengalaman pribadi saya, terlepas dari itu apapun sepeda anda, trek yang anda lalui, jarak yang anda tempuh, dan kecepatan yang anda dapatkan itu bukanlah masalah yang pasti anda bisa menikmatinya. Salam Goes...

Tentang Ginda Buku

Pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan hobi bersepedah, yang telah memulai usaha dibidang perbukuan PAUD sejak 2012. Terimakasih atas kunjungannya, salam Sehat, Cerdas, Ceria.

3 komentar:

  1. Owh gitu ya Gan ??

    Ane juga sempet dulu nyoba main ke gunung tapi Cape gan.. ampun dah.... ane mening ke CFD aja yang deket nan banyak PAHA dan DADANYa ya.. meski pasti gak sehat dan gak menyehatkan tentunya x_X

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... ada2 aja c agan ini lah.. :))

      Hapus
  2. Goweser Tasik juga nih... main sini gan d bogor banyak trek visit www.warungjanggi.com

    BalasHapus


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Translate

Note

Terimakasih atas minat dan kepercayaan anda kepada kami. Untuk setiap teransaksi akan kami proses secepat mungkin, dan apabila terjadi keterlambatan mohon memaklumi karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana yang terkadang mengalami kendala.