SELAMAT DATANG DI GINDA BUKU

Distributor Buku TK PAUD dan RA | Perjalanan Hidup Owner
Temukan Saya di

Kawah Galunggung - Bagiku Goes itu Pencapaian



By  Ginda Buku     23.01    Label: 


Minggu 8 Desember 2013 lalu saya bersama sobat Bleuseux bersepeda ke kawasan objek wisata Galunggung. Bagi saya ini merupakan kali ke dua setelah beberapa waktu lalu saya pernah goes kemari namun waktu itu tujuannya bukan kawah tetapi pembuangan air kawah, dan mengenai ini sudah saya postingkan dengan judul "Goes Galunggung With My Thrill". 

Berbeda dengan perjalanan goes sebelumnya yang hanya ber dua dengan my thrill kali ini hampir ada 10orang lebih yang berangkat ke kawasan Galunggung ini yang salah satu diantaranya yaitu :
  • Ginda saya sendiri
  • Galih
  • Bahtiar
  • Pak Tedi
  • Pak Hendraw
  • Bang Aki
  • Ulfi
  • Asep
  • Apep
  • Ansory
  • Teh Adet
  • Ogi
  • Dan teman baru lainnya

Seperti biasa pagi hari kita start di tempat perkumpulan awal yaitu CFD bin Car Free Day, nongkrong sambil berbincang ria, ada yang lirik sana lirik sini, liat spedah lain, SPG cantik, komunitas-komunitas lain, dan tidak lupa Pantat yang bertebaran disepanjang jalur yang kata orang ini merupakan obat awet muda katanya.. ha.a.. Perjalanan kali ini kita dihadapkan pada sedikit troble, yaitu sepeda milik Apep yang bocor, hingga 2 kali, pertama di CFD ke dua di Cieunteung ketika perjalanan ke galunggung. Tapi ya tidak mengurangi atau membatalkan perjalanan kita. 

Kita start  sekitar pukul 09 : 00 dari CFD yang selanjutnya goes ngambil jalur cieunteung, bantar, tambang pasir, hingga masuk kawasan Galunggung. Ok kita melintasi Jalan Baru dan disini kita gabung dengan Pak Tedi, Aki, dan Om Hendraw serta temannya. karena rumah mereka di ciamis jadi terlalu jauh kalo musti ke CFD dulumah. Dari sini kita mulai menaiki Gunung, hingga sampai ke Loket Karcis kita berhenti sekitar 3 kali diwarung-warung  yang terakhir di warung dekat loket. Disini kita berhenti cukup lumayan lama karena mengumpulkan tenaga untuk menaiki tanjakan ke kawah yang luar biasa mantap nya. Ok setelah beres kita berangkat.

Pertama melewati tanjakan kawah langsung terasa kontraksi kaki, lutut dan jantung yang berdebar, karena tenaga sangat terkuras disini. Oh ya tidak lupa kita berfoto ria di plang Kawasan Wisata Galunggung ini, yang selanjutnya kembali menggoes menuju kawah, hingga sampai ke parkiran kawah kurang lebih 6 kali berhenti.

Setibanya di parkiran kawah kita istirahat dan cari makan di warung yang ada diparkiran, ngobrol ringan sampil melepas lelah itu cukup mujarab ditambah shalat duhur yang memberikan penyegaran tubuh, asli lho.. Rencana awal kita akan terus menaiki hingga ke kawah namun karena situasi yang tidak memungkinkan karena berbagai faktor, mulai dari cuaca yang mendung, spedah sobat yang tidak mendukung, serta kondisi teman baru yang juga tidak mendukung akhirnya perjalanan ke kawahnya batal, dan memutuskan untuk kembali pulang saja. Eitt.. tapi tidak berlaku untuk saya, karena sebelumnya saya sudah bertekad untuk naik ke kawah ya apapun itu bukan halangan, dan akhirnya saya ke kawah sendirian.. oh tidak berdua dengan My Thrill. Setelah berfoto ria sobat Bleuseux mulai berisap-siap untuk kembali pulang dan saya besiap-siap untuk naik ke kawah dengan memasang protektor yang telah dibawa dan tidak lupa Helm Polygon Colosus barunya juga he.e..he... sayapun pamit bersalaman dan langsung menuju kawah.. karena tidak tahu jalan saya hampir salah ambil jalur, untung saja pak tedi dan a ogi membuntuti dan memberitahu bahwa itu jalan salah tapi yang benar ke sebelah kiri jalur yang nempel dengan tower dan masjid, huft.. untung saja. Dan dari sini kita benar-benar pisah. Mereka turun untuk pulang saya naik untuk melanjutkan tujuan.


Goes di Trek Pasir itu 2 Kali Lebih sulit dengan Trek Tanah


Jalan berpasir dan disono itu jurang sobat



Inilah Pemandangan di puncak kawah, dan dibawah itu merupakan kawah galunggung


 Jujur aja ini merupakan kali pertama saya goes ke gunung berpasir ya kalo ke kawah sudah pernah sebelumnya 3 kali atau 4 kali mungkin, cuman dulu naiki tangga ga bawa sepedah, namun berhubung saya kali ini bawa sepedah jadi ga bisa naik tangga soalnya terlalu beresiko, mana ini hari minggu yang penuh dengan orang-orang lagi, jadi saya ambil jalur pinggir. Menaiki jalur gunung berpasir seperti ini ibarat kata seperti tari poco-poco maju 4 langkah mundur 2langkah karena pasir yang saya injak merudul.. setiap injak amblas ke bawah.. injak amblas lagi, mana dorong sepeda lagi, tapi sedikitpun tidak mengendurkan tekat sih.. tetep semangat untuk mencapai tujuan, beruntung saya tidak kembali karena disini saya menemukan suasana yang belum pernah saya temukan yaitu melihat lereng 2 gunung yang mana antara gunung yang ada kawahnya dan gunung induk yang menjulang tinggi dan dibawah sana terdengan gemuruh air, padahal jarak kebawah intu jauh lho.. terus di badan gunung induk itu tampak sekitar 4 air terjun yang mengalir derasnya, meski tampak kecil karena jaraknya yang jauh di seberang sana. Dijalan yang hampir sampai ke kawah ternyata aja jalan yang sedikit amblas dan sempet kaget juga soalnya jika tergelincir bisa ke jurang nih, mana ini lahannya pasir pula lagi. Tapi it's nothink lah..

Narsis dikit
Badan Gunung induk yang tampak sekitar 4 air terjun
Setibanya di kawah bagaikan seorang atlit yang disanjung pendukungnya, tampak orang-orang yang ada disini keheranan, melihat saya yang menggunakan sepeda, karena berhubung di kawah ini jalurnya aga lebar dan tidak terlalu nanjak jadi saya pake aja sepedahnya, dan mata para pengunjung tertuju pada saya bahkan sebagian dari mereka yang notabene perempuan memberikan pujian untuk saya, dikata hebat lah,, krenn lah,, bagus lah,, semangat,, dll hingga sampai di warung. Jujur saja saya sedikit Terbang dibuatnya dalam hati bilang nih pengunjung kayanya baru ke sini kali yah, perasaan banyak ko Goeser yang nyampe sini. Tapi ga apa lah, yang penting saya telah berhasil menaklukan trek untuk kali ini yaitu puncak kawah Galunggung. Puncak kawah ya, bukan puncak gunungnya, karena masih ada gunung induk yang lebih tiggi dari kawah he.. he.. Di warung saya menikmati pemandangan yang cukup indah di tengah cuaca mendung dan awan hitam yang menyelimuti gunung induk, sungguh mengagumkan ciptaan tuhan yang maha kuas, dan ketika saya berbalik tampak Kota Tasikmalaya di bawah sana, dan benar manusia itu memang sungguh kecil, jangankan dimata tuhan.. di mata orang yang ada di atas gunung saja udah amat kecil jadi kenapa tetap saja selalu ada orang yang merasa besar kwkwkwk.... yah ini mah sedikit mentafakuri hidup sajalah.Ok setelah saya cukup beristriahat dan mengingat waktu yang semakin senja saya memutuskan untuk segera turun dan kembali pulang, dan Sensasi dimulai.

Turunan berpasir

Turunan Terus Kebawah

Penambalan Ban depan

Dari warung saya mulai menggoes My Thrill menuju jalur yang tadi saya lewati cuman kalo tadi harus didorong karena nanjak kali ini turun, dan setelah sampai di ujung jalur kawah tampaklah jalur turunan, disini saya minta tolong kepada pengunjung yang ada untuk memfoto kan saya dengan Hp Lumpia kesayanga tentunya he..he.. yang saya suruh foto nanya A jalan pulangnya kemana, saya jawab tuh ke sana (sambil menunjuk jalan setapak kecil yang turunannya curam serta berpasir. Apah ? serius A ?, saya jawab Asli ^_^ . setelah beres memfoto dan sedikit berbincang saya mulai menuruni jalur kecil itu dan pengunjung yang ada disekitar menonton saya turun, (jhaa.. kaya atlit sea games aja aku kwkwkw..) karena diperhatikan saya sedikit over acting udah tau ini jalan kecil, turun, mana berpasir lagi, eh.. saya goes dengan kencang.. ya kalo kata sunda mah hoyong kapuji wkwk dan wel.... pas belokan pertama saya rem eh saya tergelincir dan hampir terperosok untung saya segera lepas platuk rem nya dan jalan sedikit menanjak plus batang pohon yang melintang ke jalan otomatis saya turun dan mendorong sepeda saya  hingga kembali jalan menurun saya tunggangi dan wuuu.... yang namanya menuruni jalur pasir itu ibaratkata seperti goyang itik sobat... goyang-goyang terus.. direm atau ga direm juga.. nana turunananya super duper lagi, pokonya bener-bener sensasi deh.. ga jarang pula batu besar melintang di jalur yang sesekali mengagetkan saya antara harus diloncati atau dihindari karena kalu berhenti tidak mungkin karena meski di rem pasti nyelonong, kali dilewati harus dibelokan sedangkan kalo belok pasti tergelincir kali di lompati harus cukup nyali pokonya mantap deh.. terus menerus seperti ini hingga karena terlalu asik dengan moment ini saya tidak kontrol kalo ini jalan pasir yang cukup tajam sedang ban saya sedikit di kempesi + bukan maxis pula dan well.. akhirnya ban depan BOCOR...  well.. well... well.. ini merupakan resiko. Dan ini tidak mengendurkan semangat dan kecintaan saya pada Montain Bike. :)



Tentang Ginda Buku

Pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan hobi bersepedah, yang telah memulai usaha dibidang perbukuan PAUD sejak 2012. Terimakasih atas kunjungannya, salam Sehat, Cerdas, Ceria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Translate

Note

Terimakasih atas minat dan kepercayaan anda kepada kami. Untuk setiap teransaksi akan kami proses secepat mungkin, dan apabila terjadi keterlambatan mohon memaklumi karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana yang terkadang mengalami kendala.