SELAMAT DATANG DI GINDA BUKU

Distributor Buku TK PAUD dan RA | Perjalanan Hidup Owner
Temukan Saya di

Goes Citumang - Pangandaran



By  Ginda Buku     21.53    Label: 

~ Goes Citumang - Pangandaran ~



12 - 13 Agustus 2013 yang pasti setelah acara lebaran saya diajak oleh budhe ke pangandaran, ya katanya temenin pak dhe saya bersepeda disana, rencananya disana 2 hari. Dan sayapun ikut. Kami pergi 2 kloter, kloter pertama anak muda, maksudnya sodara-sorada yang masih muda, dan bu dhe baru besok nya, karena seninnya mesti masuk dulu kerja mengingat belau seorang PNS kayanya tidak enak jikalau bolos, soalnya barusaja libur panjang lebaran.

Pagi tanggal 11 Agustus saya mencoba sepeda baru saya, ya secara sepedah idaman yang saya dapatkan dengan penuh perjuangan ini akhirnya bisa dimiliki. Oh ya mengenai bagaimana saya bisa dapatkan sepeda bisa di baca di postingan "Perjuangan untuk Sebuah Sepedah". Saya bersepedah ke daerah Gunung Gede Kawalu dimana saya pernah bekerja di daerah ini sebagai guru  les komputer paca kelulusan dari SMK dulu :) , saya berkeliling ke sukasari, pagaden, ciburuyan, cicantel, perum maya, hingga kembali kerumah. Sesampainya dirumah saya bersihkan sepedah saya dengan apik, (padahal sepedanya masih kinclong, maklum lah barang baru hah.h.....) sedang asik membersihkan sepeda kaka perempuan saya bilang "Mau ikut ga  ke Cikondang" silaturahmi ke keluarga kaka, Saya bilang OKeh.. dan saya lanjut bersihin kembali sepeda. Tak lama bapak saya dapat telepon dari bu dhe yang ngajak saya ke pangandaran, tapi dengan syarat bawa sepedahnya, karena buat nemenin pak dhe bersepedah disana. Sayapun sedikit bingung ikut ke Cikondang atau Bersepeda kepangandaran ?. Tapi berhubung saya baru dapet sepedah baru ya jadi saya pilih ke pangandaran. Akhirnya sayapun bersiap-siap dan pamit berangkat ke Pangandaran. Dari rumah saya menggunakan sepeda terlebih dahulu de kediaman bu dhe saya ya sekitar beberapa kilo lah. Dan ahirnya saya sampai. 


Dari Tasikmalaya ke Pangandaran Sepeda di Loding Ke Mobil
Begitupula Pulangnya



Ternyata sudah pada siap, dan sepedah pak dhe saya sudah di naikan, tinggal sepedah saya yang belum. Ahirnya beberapa waktu setelah kedatangan saya, sepedah sayapun di benahi ke mobil. Okeh setelah beres kita yang muda-mudah berangkat duluan. Kalo ga salah kita berangkat siang, dan sampai di rumah saudara di pangandaran itu hampir Isa, Jelas Karena MACET di sekitaran gerbang masuk Objek Wisata Pangandarannya. Dan setelah sampai kita ngobrol-ngobrol di teras depan dan setelah ngantuk tidur deh.

Bersepeda Mengitari Rumah dan Menghabiskan waktu Malam di Pananjung


Saya terbangun pukul 05 : 00 yang kemudian shalat subuh, habis shalat subuh saya liat di pinggir rumah tungku pembakaran nyala dan ternyata enin lagi masak kacang di tungku, ya saya samperin tuh tungku karena cuaca yang dingin akan membuat hangat tubuh kita bila dekat bara api, dan sayapun menghangatkan badan sambil ditemani kopi dan musik. Hingga akhirnya waktu menunjukan pukul 06 : 10 saya mengambil sepeda dan berkeliling di sekitar rumah, dan ketika saya kembali ke rumah ternyata saudara saya sudah tidak pada ada dirumah, dan ternyata sedang ke pantai belakang rumah. SMS dari sodara tolong ambilkan mobil-mobilan ke pantai belakang rumah, dan sayapun memberikannya. Yang lain asik di pantai saya bersepedah mengitari pinggir pantai, ke sebelah utara, dan ternyata nyambung ke Objek Wisata Batuhiu om.. ha.. ha.. asli seumur hidup belum pernah nih saya ke sini kwkwkw... disini saya pun berkeliling dan sedikit berfoto ria. :D 

Mejeng di Pantai Batu Hiu


Setelah aga siang saya kembali pulang ke rumah, dan ternyata makanan sudah tersaji dan otomatis saya makan saja hingga kenyang he... he... Beres makan rencananya kita berenang ke pananjung. Dan selang beberapa jam kitapun berkemas dan berangkat ke objek wisata pananjung. Sesampainya disana saya berenang dari jam 10 : 00 hingga 16 : 00 dan hasilnya Kulit Hitam pekat terbakar terik matahari ^.^. Jam 15 : 30 bu dhe dan pak dhe sudah ada disini dan malahan pak dhe sempat berenang terlebih dulu bareng kita. Beres berenang kita shalat asar dan bersantai di pinggir pantai sambil menyaksikan matahari senja dan terbenam, dan waktu magribpun tiba, kita lanjut shalat magrib berjamaah di masjid terdekat. Beres sholat kita lanjut menyewa Beca Berlampu dan Full Musik hingga malam, dan beres dari sini kita lanjut pulang, yang kemudian tidur. 

Air paling Jerih yang pernah Saya Lihat



Pak Dhe Berbincang dengan Petugas Wisata

Pagi hari ke dua di Pangandaran, secangkir kopi mix mengawali hari menikmati postur sepeda thrill agen ku yang sungguh mempesona. Dan setelah beberapa menit berlalu Pak dhe pun menyuruh saya untuk bersiap-siap kita bersepeda ke Citumang. Tanpa banyak tanya saya bilang Muhun Mangga saya pun bersiap-siap membenarkan sandal dan mengecek sepdeah saya, dan kita pun jalan mengitari jalan desa yang kecil paling hanya cukup 2 mobil dan terus menuju ke gunung dan mulai memasuki jalan yang terjal dan bergelombang penuh bebatuan hingga ahirnya tibalah di sebuah objek wisata bernama Citumang. Awal datang saya melihat sungai yang jernih sekali, dan dipinggirnya terdapat rumah makan lesehan yang cukup baik. Namun tujuan kita bukan disini masi masuk ke dalam dan tenyata didalam lebih mengagumkan dan Wawww... saya sungguh terpesona dengan objek wisata ini, pak dhe saya sempat berbincang-bincang dengan pengelola objek wisata ini, dan kembali saya masih terkagum-kagum dengan tempat ini bukan karena modernisasi atau kecanggihan tempatnya, melaikan naturalisasinya om.. ini tempat bener-bener asri, dan pengelola bilang tempat ini dibangun dan dibuka secara resmi baru 1 tahun dan san saya merasa beruntung karena bisa merasakan objek wisata alami yang masih ori ini. Sampai di TKP saya melihat-lihat tempat sekitar dan berfoto ria. Dan setelah beberapa menit pak dhe saya mengajak untuk melihat bendungannya, dan kamipun keluar dari objek wisata dan pergi melihat bendungan sungai citumang ini. Kita mulai menuruni jalan dengan sepeda hingga akhirnya sampai di bendungan citumang, dan hingga sini air masih jernih lho om. malahan kita terus menggoes hingga ke irigasi dan tetap masih jernih. Pak dhe saya menghubungi bu dhe yang ada dirumah untuk segera kesini dan kita makan dan berenang disini, dan setelah selesai menghubungi bu dhe saya dan pak dhe turun ke bawa ke jalan untuk menjemput mobil bu dhe dan sodara lainnya. Kita menunggu dipertigaan 




Mejeng di Citumang



Cek TKP


Saking jernihnya meski sungai ini dalam tapi terlihat
hingga ke dasar sungai


Gua Ini Merupakan Sumber Mata Air untuk Sungai Citumang ini


Paling Seger mandi Dimari Om.. hadoh.... berr... 

Bendungan Citumang

Irigasi Citumang


Sambi menunggu mobil bu dhe lewat kita berbincang-bincang mengenai sepeda, dan pak dhe saya mencoba sepeda baru saya. Dan tibalah mobil yang kita tunggu setelah mobil ada kita kembali ke atas, ke objek wisata citumang, namun untuk naiknya kita tukeran sepedah saya menggunakan sepedah pak dhe yang united dan pak dhe menggunakan sepeda saya yang thrill agent, hingga sampai diparkiran dan saya pun membawa sebagian barang-barang dan makanan ke dalam objek wisata. Oke semuanya sudah sampai di dalam dan kitapun lanjut dengan berenang dan bermain-mani di sungai yang jernih ini. Setelah kenyang berenang dan main-main kita lanjut makan dan setelah itu kembali pulang ke rumah. Di rumah kita mandi dan bersiap-siap kembali pulang ke Tasikmalaya, dan beberapa waktu kemudian kita pamit dan pulang kembali ke Tasikmalaya.

Tentang Ginda Buku

Pria yang lahir dari keluarga sederhana dengan hobi bersepedah, yang telah memulai usaha dibidang perbukuan PAUD sejak 2012. Terimakasih atas kunjungannya, salam Sehat, Cerdas, Ceria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Translate

Note

Terimakasih atas minat dan kepercayaan anda kepada kami. Untuk setiap teransaksi akan kami proses secepat mungkin, dan apabila terjadi keterlambatan mohon memaklumi karena keterbatasan waktu, sarana dan prasarana yang terkadang mengalami kendala.